Rabbit
Jumat, 07 Juni 2013
Katabolisme
Proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana disebut dengan katabolisme. Proses ini menghasilkan energi yang dapat digunakan oleh makhluk hidup sehingga disebut reaksi eksergonik.Contoh proses katabolisme pada makhluk hidup adalah respirasi sel.
Respirasi sel merupakan salah satu bentuk proses katabolisme yang menguraikan senyawa organik kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana. Proses respirasi sel berlangsung didalam mitokondria.
Berdasarkan kebutuhan oksigen, respirasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob.
1. Respirasi Aerob
resipirasi aerob merupakan respirasi O2 dari udara.Proses respirasi aerob merubah energi kimia yang terkandung dalam sari makanan (glukosa) menjadi energi kimia dalam bentuk ATP. Berdasarkan jalur reaksinya, respirasi aerob dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut :
a. Respirasi aerob melalui jalur siklus krebs
Respirasi aerob melalui jalur siklus krebs memiliki empat tahap, yaiutu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus krebs,
dan sistem transfer sistem elektron.
1. Glikolisis
Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul glukosa menjadi asam piruvat dengan menghasilkan NADH dan ATP. Glikolisis
terjadi di sitosol.dalam glikolisis, satu molekul glukosa akan dihasilkan dua asam piruvat, 2 NADH, dan 2 TP. Asam piruvat
selanjutnya memasuki tahap dekarboksilasi oksidatif di dalam mitokondria.
2. Dekaboksilasi oksidatif atau pembentukan asetil Co-A
Pada tahap ini asam piruvat di ubah menjadi asetil Co-A dengan menghjasilkan NADH dan melepaskan CO2. Pada organisme
eukariotik, dekarboksilasi oksidatif berlangsung dalam matrix mitokondria. Pada organisme prokariotik, tahap tersebut
berlangsung dalam sitosol (cairan sitoplasma sel).
3. Siklus Krebs
Siklus krebs berfungsi menghasilkan energi dan berbagai senyawa antara yang akan digunakan untuk sintesis senyawa lain.
Tahap ini berlangsung doi dalam matrix mitokondria. Dari 2 asetil Co-A yang masuk siklus akan menghasilkan 4 CO2, 2 ATP, 6
NADH, dan 2 FADH2.
4. Sistem transfor elektron
Setiap ytransfor elektron berfungsi mengoksidasi NADH dan FADH2 dari tahap sebelumnya. Tahap ini berlangsung di membran
dalam mitokondria. Elektron dan hidrogen dari senyawa yang tergabung dalam NADH dan FADH2 di alirkan melalui senyawa
penerima elektronj terakhir pada proses tersebut.
METABOLISME
Metabolisme merupakan keseluruhan proses kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup. Metabolisme berasal dari kata "Metabole" yang artinya perubahan. Proses metabolisme selalu terjadi pada setiap sel hidup yang bertujuan agar sel tersebut mampu tetap bertahan hidup,tumbuh,dan melakukan reproduksi. Makhluk hidup memerlukan energi yang diperoleh dari bahan makanan agar proses kehidupan tetap berlangsung. Energi kimia dalam makanan kemudian diubah menjadi energi lain pada proses metabolisme. Ada dua macam proses metabolisme, yaitu Anabolisme dan katabolisme. Kedua proses tersebut melibatkan peran Enzim untuk mempercepat terjadinya reaksi.
A. Peran enzim dalam metabolisme
Enzim adalah protein Katalitik.Dalam tubuh organisme enzim berperan sebagai biokatalisatoryang artinya enzim dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perbahan struktur kimia. Dalam Reaksi Kimia enzim tidak ikut beraksi sehingga tidak mempengaruhi keseimbangan reaksi atau mengubah produk.
1.Komponen Enzim
Enzim dibedakan menjadi dua macam berdasarkan komponen penyusunya. Yakni enzim sederhana dan enzim kompleks.
a. Enzim sederhana,hanya terdiri ataas protein
b. Enzim kompleks atau enzim konjugasi (holoenzim), terdiri atas komponen-komponen berikut:
1) komponen Protein (apoenzim). Bersifat termolabil atau tidak tahan panas sehingga mugdah terdenaturasi.
2) Komponen non Protein (gugus prostetik).Bersifat termostabil atau tidak mudah rusak atau panas. Komponen ini berupa
koenzim atau kotaktor.
a. Koenzim berupa senyawa organik. Contoh vitamin, NADH, dan Koenzim A.
b. Kofaktor berupa senyawa logam atau anorganik. Contoh ion-ion logam seperti Zn,Cu,Mn,Fe,K< dan Na.
2. Sifat-Sifat Enzim
Enzim memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a. Dipengaruhi oleh suhu dan Ph. Pada suhu tinggi enzim akan mengalamio denaturasi,sedangkan pada suhu rendah kerja enzim
akan terhambat.
b. Bekerja spesifik, yaknihanya dapat bekerja pada satu subtrat tertentu. Contohnya enzim maltase hanya dapat memcah maltosa
menjadi glukosa.
c. bekerja secara bolak-balik (reversible) artinya enzim dapat mengkatalis penguraian suatu senyawa menjadi senyawa lain
maupun sebaliknya. Mengkatalis penyusunan senyawa-senyawa tersebut menjadi senyawa semula.
d. diperlukan dalam jumlah sedikit.
e. Dapat beraksi dengan subtrat asam maupun basa.
f. berupa koloid
g. dapat digunakan berulang kali.
Langganan:
Komentar (Atom)